JAECOO J5 EV Mobil Listrik No 1 Terlaris di Indonesia

Di Indonesia JAECOO baru mulai populer berbanding dengan mulai banyak dibukanya dealer di berbagai kota. Tetapi JAECOO sudah lebih dulu jadi banyak pilihan khususnya di Eropa.

JAECOO Muncul Sebagai Pilihan Utama Mobil Hybrid Plug-in di Eropa
Karena biaya bahan bakar tetap tinggi, semakin banyak pengemudi mulai mencari kendaraan yang dapat mengurangi biaya operasional sehari-hari tanpa menimbulkan ketidaknyamanan pada perjalanan jarak jauh. Kendaraan listrik hibrida plug-in, yang biasa dikenal sebagai PHEV, telah menjadi solusi yang semakin praktis.

Di Eropa per Januari 2026, registrasi mobil hybrid meningkat 30% dibanding periode tahun lalu. Dimana JAECOO dengan cepat memantapkan posisinya sebagai salah satu merek plug-in hybrid yang paling banyak dipantau di Eropa.

Kemajuan merek ini sangat relevan bagi pengemudi di benua biru, di mana mobilitas yang efisien, performa jarak jauh yang andal, dan kenyamanan sehari-hari merupakan pertimbangan penting untuk perjalanan di kota, berkendara di jalan raya, dan perjalanan akhir pekan.

Padahal, JAECOO baru mulai melakukan pengiriman di Eropa pada Februari 2025. Kurang dari setahun kemudian, merek ini telah mengamankan posisi yang signifikan.

Menurut laporan Autovista24, menggunakan data dari EV Volumes, JAECOO mencapai pangsa pasar PHEV Eropa sebesar 4,1% pada Januari 2026. Pengiriman bulanan melebihi 4.000 kendaraan, menempatkan merek ini di posisi kedua di pasar plug-in hybrid Eropa. Pangsa pasarnya 0,5 poin persentase lebih tinggi dari merek di posisi ketiga.

Bagaimana Permintaan JAECOO di Indonesia?
Di Indonesia, bahan bakar non subsidi mengalami kenaikan signifikan seperti pertamax yang baru saja naik 32%. Tapi sebelum itu, masyarakat mulai merespon dengan mancari biaya mobilitas yang lebih hemat dengan beralih ke mobil listrik. Itu terlihat dari JAECOO J5 EV pada Januari hingga April 2026 telah membukukan penjualan retail sebesar 10.587 unit dan wholesales sebanyak 11.006 unit.

Dengan JAECOO J5 EV, perhitungan saat ini adalah dengan asumsi tarif listrik sekitar Rp 1.700 per kWh, biaya operasional J5 EV disebut berada di kisaran Rp 290.000 per bulan atau sekitar Rp 9.600 per hari.

Mungkin itu juga menjadi salah satu alasan menjadi kan JAECOO J5 EV manjadi yang terlaris. Data terbaru (20/06) dari detik.com menyebutkan JAECOO menjadi pilihan pertama konsumen Indonesia.

JAECOO Hybrid
JAECOO J8 SHS-P ARDIS juga mendapat respon yang luasr biasa. Mensikun menjualannya tidak sebanyak J5 EV, model ini sudah mendapatkan penghargaan SUV Tinggi 7 Tempat Duduk Terbaik Otomotif Award 2026. Salah satu keunggulan terkuat dari  Teknologi Super Hybrid System (SHS) JAECOO adalah kemampuannya untuk mengurangi konsumsi bahan bakar sekaligus mempertahankan fleksibilitas yang diharapkan pengemudi dari sebuah SUV.  Menyeimbangkan efisiensi, jangkauan, dan kinerja responsif dalam berkendara sehari-hari.

Menurut pengujian media pihak ketiga, model JAECOO yang dilengkapi dengan teknologi SHS mencapai konsumsi bahan bakar 3,1 L/100 km dalam mode plug-in hybrid. Berdasarkan siklus WLTP resmi, jarak tempuh gabungan dinilai sebesar 1.200 km. Dalam pengujian berkendara di dunia nyata, jarak tempuhnya melebihi 1.600 km.

Pada 6–10 September 2025, JAECOO J8 SHS-P ARDIS pun diuji dengan perjalanan dari Jakarta → Solo → Surabaya → Banyuwangi → Yogyakarta dan berhasil menempuh 1.660 km. Mencatatkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) terjauh untuk sekali pengisian penuh bahan bakar dan baterai.

Sedangkan JAECOO J7 SHS-P menawarkan jarak tempuh kombinasi hingga 1.377 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, dengan kemampuan berkendara listrik hingga 115 kilometer serta konsumsi bahan bakar sekitar 35 km/liter.

Jika anda tertarik beralih ke mobil Listrik maupun hybrid JAECOO, silakan hubungi kami.

You might be interested in …